Begini Resiko Kesehatan Akibat Kurang Asupan Serat

Muda Bisnis Digital - Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018, sebesar 95,5% remaja dan orang dewasa di Indonesia tidak mengkonsumsi sayur dan buah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian. Menurut NCI, Puslitbang Depkes RI kebutuhan serat orang dewasa mencapai 20-35 gram, sementara masyarakat indonesia hanya mengkonsumsi 10,5 gram saja setiap hari. Padahal 70% sel yang membentuk sistem kekebalan tubuh manusia berada disaluran pencernaan. Agar sistem kekebalan tubuh dan pencernaan dapat bekerja dengan baik, pastikan bahwa kebutuhan serat terpenuhi dengan baik.

Resiko penyakit yang mungkin timbul akibat kurang serat, diantaranya sembelit, gula darah tidak stabil, mudah lelah, komplikasi jangka panjang pada diabetes. Salahsatu cara untuk memenuhi kebutuhan akan serat adalah dengan mengkosumsi makanan yang tinggi serat seperti kacang-kacangan, gandum utuh, sayur dan buah. Namun dengan mengkonsumsi makanan tersebut kebutuhan serat kita sudah terpenuhi, jawabannya belum tentu.


Karena bisa saja dalam metode pengolahan bahan-bahan pangan yang kita kosumsi setiap hari seperti buah dan sayur belum tepat dan menurunkan kualitas seratnya. Selain itu tidak semua orang melakukan hal tersebut, apalagi usia anak-anak yang seringkali sulit berkompromi dengan sayur dan buah.


Untuk Menghindari resiko kesehatan akibat kurangnya serat, pastikan seluruh anggota keluarga anda mengkonsumsi serat dengan jumlah yang mencukupi. Selain itu, pastikan juga kualitas dari semua asupan. Jika hal ini tidak terperhatikan akan sangat mempengaruhi kesehatan anda dan keluarga.Para ahli kesehatan menganjurkan, pilihlah asupan serat dengan bahan-bahan alami dan efektif untuk seluruh anggota keluarga anda.

Begini Resiko Kesehatan Akibat Kurang Asupan Serat Begini Resiko Kesehatan Akibat Kurang Asupan Serat Reviewed by Trip Around on February 20, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.